Desa Pakuwesi : Menciptakan Lapangan Kerja Baru dengan Memanfaatkan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia

Foto : Dokumen Desa Pakuwesi (Kades Syahrullah, S.H. dalam upaya mendampingi warga menggali potensi ekonomi yang ada) 

Pakuwesi, 30 Juli 2020

Komitmen Pemerintah desa Pakuwesi dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur dan ekonomi masyarakat terus dilakukan secara Continue. Pada saat ini pembangunan infrastruktur pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat meliputi:

1. Pelayanan Kesehatan (PONKESDES);

Foto: Dokumen Desa Pakuwesi (Ponkesdes Desa Pakuwesi)

2. Pusat Pelayanan Terpadu Masyarakat ( Kantor dan Balai Desa);

Foto: Dokumen Desa Pakuwesi ( Kantor Desa Pakuwesi Sebelum dan Sesudah Pembangunan).

3. Pemenuhan Kebutuhan Sarana Air Bersih Bersekala Desa;

Foto: Dokumen Desa Pakuwesi (Sebelum adanya Pembangunan Air Bersih dan Setelah Adanya Program Air Bersih Bersekala Desa)

4. Pembangunan Sarana dan Prasarana Jalan Lingkungan (Pavingisasi);

Foto: Dokumen Desa Pakuwesi (Kegiatan Pavingisasi)

5. Program Pemberdayaan Masyarakat dalam Berbagai Bidang

Foto dan Video : Dokumen Desa Pakuwesi (Program Pemberdayaan)

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan secara merata disetiap wilayah Desa Pakuwesi. Wilayah Desa Pakuwesi meliputi 8 Dusun, terdiri atas 9 Rt dan 3 RW tidak luput dari program pembangunan tersebut.

Disisi pembangunan ekonomi Pemerintah Desa Pakuwesi sesuai dengan visi dan misi kepala Desa Pakuwesi yaitu : ” Menciptakan Lapangan Pekerjaan guna mengurangi pengangguran.” sebagaimana upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah desa pakuwesi dengan menggali potensi Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang ada untuk dimanfaatkan secara optimal.

Kisah Sukses yang telah dialami oleh Saudara Tono warga Desa Pakuwesi Rt.05 Rw.01, dengan bimbingan dan arahan Kepala Desa Pakuwesi untuk memanfaatkan sumberdaya Air Bersih yang ada untuk dijadikan fasilitas bercocok tanam yang efektif.

Usaha bercocok tanam Tono ini, dapat dilakukan setelah adanya ketersediaan Air Bersih dari pemerintah desa yang dapat dimanfaatkan dengan mudah untuk bercocok tanaman sayur. berawal dari modal Rp. 500.000 ,- Tono Menggarap Lahan pekarangan seluas 240 M2, untuk ditanami sayur menyerap dana Rp. 300.000 ,- untuk pembelian bibit  dan Rp. 200.000 ,- untuk biaya garap. Hingga saat ini Tono sudah bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp. 100.000 ,- sampai dengan Rp.150.000,- per Hari.

Foto: Dokumentasi Desa Pakuwesi (Saudara Tono dengan usaha barunya, budi daya Sayur Organik)

Tidak mau kalah dengan saudara Tono, Warga Desa Pakuwesi Rt.03 ini yang dikenal dengan panggilan P. Sulvi , dengan lahan pekarangannya seluas 100 M2, memanfaatkan limbah Jagung (Bonggol Jagung) untuk membuat budidaya Jamur. Dengan modal sebesar Rp. 1.200.000,- P.sulvi dalam jangka waktu 2 minggu sudah memiliki omset  Rp. 300.000,-  per Hari.

Umur efektif panen sekali budidaya Jamur Bonggol Jagung tersebut adalah 10 hari. dalam sekali budidaya P. Sulvi memiliki omset Rp. 3.000.000,- . Keuntungan yang didapat dari budi daya jamur bonggol jagung dalam satu bulan adalah Rp. 1.800.000 ,-

Video: Dokumen Desa Pakuwesi (Budidaya Bonggol Jagung milik P.Sulvi)

Kepala Desa Pakuwesi Syahrullah, S.H.  yang juga Menjabat sebagai Sekretaris Jendral Sentra Komunikasi Aliansi Kepala Desa (SKAK) Kabupaten Bondowoso. Senantiasa memiliki ide dan trobosan-trobosan baru dalam meningkatkan tingkat perekonomian warga Desa Pakuwesi. Dalam upaya  melepas status tertinggal Desa Pakuwesi menjadi Desa Maju.

Rec. Imam Buhari, S.Pd.I.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *