Pemerintah Desa Pakuwesi Mengikuti Pelatihan BELANOVA: Gerakan Belajar Berinovasi Desa Hadirkan Terobosan Olahan Teh dan Daun Kopi, Dorong Ekonomi Lokal Lewat Teknologi Tepat Guna
SURABAYA – Gerakan Belajar Berinovasi di Desa (Belanova) yang diselenggarakan oleh Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PKD) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur resmi digelar hari ini, Rabu 15 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi wadah pertukaran ide dan pengembangan potensi desa ini mengangkat tema utama pemanfaatan sumber daya alam lokal serta penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG), dengan fokus khusus pada inovasi pengolahan teh dan daun kopi yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Acara ini diikuti oleh sekitar 700 peserta yang hadir penuh semangat, berasal dari berbagai desa di Provinsi Jawa Timur maupun Jawa Tengah. Mulai dari perangkat desa, penggiat ekonomi kreatif, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) desa, hingga kelompok tani dan pemuda desa yang ingin membawa perubahan bagi kampung halamannya.
Pemanfaatan Sumber Daya Alam Jadi Kunci Kemandirian Desa
Dalam sesi penyampaian materi pertama, Mochamad Wahyudi, S.STP, M.Si. selaku Kepala Bidang PKD-DPMD Provinsi Jawa Timur menekankan bahwa kekayaan alam yang dimiliki setiap desa adalah modal dasar terbesar untuk membangun kemandirian ekonomi. Menurutnya, banyak desa di Jawa Timur yang memiliki perkebunan kopi dan tanaman teh melimpah, namun selama ini hanya menjual bahan baku dengan harga murah, bahkan daun kopi yang memiliki nilai gizi tinggi seringkali hanya dibuang begitu saja.
"Kita tidak perlu mencari peluang di luar desa, karena kekayaan itu sudah ada di depan mata kita. Daun kopi yang biasanya menjadi limbah ternyata bisa diolah menjadi minuman sehat bernilai jual tinggi, begitu juga dengan teh lokal yang bisa dikembangkan menjadi berbagai varian produk khas desa. Kuncinya ada pada pendayagunaan yang tepat dan penerapan teknologi yang sesuai dengan kemampuan warga, tidak harus rumit dan mahal," ujar Wahyudi di hadapan ratusan peserta.
Ia juga menjelaskan bahwa inovasi seperti ini akan membantu desa mengurangi ketergantungan pada bantuan luar, serta membuka peluang pasar baru yang lebih luas, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Bangun Ekosistem Inovasi: Dari Desa, Oleh Desa, Untuk Desa
Selanjutnya, Mutiara Indah Permata Sari dari DPMD Kabupaten Blitar memaparkan strategi yang dikembangkan pemerintah kabupaten dalam mendorong potensi lokal berbasis TTG. Ia menyoroti pentingnya membangun ekosistem inovasi yang berpusat pada kemandirian warga desa, bukan sekadar mengandalkan bantuan dari pihak luar.
"Prinsipnya adalah inovasi dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Kita tidak bisa memaksakan teknologi yang tidak sesuai dengan kondisi alam, budaya, maupun kemampuan ekonomi warga. Teknologi tepat guna berarti teknologi yang mudah dipelajari, biaya terjangkau, dan memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari," jelas Mutiara.
Dalam paparannya, ia juga membagikan pengalaman sukses dari desa-desa di Kabupaten Blitar yang telah berhasil mengembangkan olahan teh dan daun kopi menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari teh celup, minuman serbuk, hingga bahan baku produk kecantikan. Dukungan pelatihan, pembuatan kemasan menarik, hingga pendampingan pemasaran menjadi kunci keberhasilan program ini.
Sekretaris Desa Pakuwesi Antusias Ikut Peluang Baru
Salah satu peserta yang hadir dengan antusiasme tinggi adalah Imam Buhari, S.Pd.I., Sekretaris Desa Pakuwesi. Ia mengaku sengaja meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan Belanova karena ingin membawa pulang ilmu dan pengalaman baru untuk diterapkan di desanya.
"Kami di Desa Pakuwesi juga memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas, namun selama ini belum diolah dengan nilai tambah yang maksimal. Kegiatan hari ini membuka wawasan kami bahwa apa yang selama ini dianggap limbah justru bisa menjadi sumber penghasilan baru. Saya sangat bersemangat untuk segera berkoordinasi dengan kepala desa serta kelompok tani dan UMKM di Pakuwesi, agar inovasi pengolahan teh dan daun kopi bisa segera kita wujudkan," ungkap Imam usai mengikuti sesi materi.
Ia berharap ilmu yang didapat bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan warga Desa Pakuwesi, sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.
Harapan Gerakan Belanova untuk Desa Jawa Timur dan Sekitarnya
Kegiatan Belanova ini diharapkan menjadi awal lahirnya berbagai inovasi serupa di desa-desa lain, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga Jawa Tengah. Dengan berbagi pengalaman, ilmu, dan jaringan antar desa, gerakan ini diharapkan bisa memperkuat kemandirian ekonomi desa, menjaga kelestarian sumber daya alam, serta memanfaatkan teknologi tepat guna untuk kemajuan bersama.
Pihak penyelenggara juga berencana menindaklanjuti kegiatan ini dengan pendampingan berkelanjutan, pelatihan teknis pengolahan produk, serta dukungan akses pasar bagi desa-desa yang ingin mengembangkan inovasi olahan teh dan daun kopi maupun potensi lokal lainnya.
Berita ini disusun berdasarkan kegiatan Belanova yang diselenggarakan oleh PKDPMD Provinsi Jawa Timur, 15 Juli 2026.